entertainment

Tak Terima Pohon Sekolah Ditebang Kepsek, Siswa Kompak Mogok Belajar

BERITARECEH.COM -  Penebangan sejumlah pohon besar di SMAN 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, memicu demonstrasi dan mogok belajar siswa pada Jumat (23/10/2026). Polemik tersebut berujung pada pergantian sementara kepala sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Timur, Rahmatsah Putra, menyatakan penebangan dilakukan berdasarkan instruksi pihaknya karena akar pohon dikhawatirkan merusak bangunan, sementara dahan dan pepohonan rimbun dinilai berpotensi mengganggu lingkungan sekolah.

“Kepsek tidak koordinasi dengan sekolah dan tidak memberi tahu (ke Cabdin) bahwa warga sekolah menolak (penebangan),” kata Rahmatsah.

Cabdisdik kemudian menunjuk Henny Mahera Siregar sebagai Pelaksana Harian (Plh) kepala sekolah untuk menggantikan Laina Fariyani sementara waktu. Langkah ini diharapkan meredakan ketegangan dan memulihkan kegiatan belajar mengajar.

Rahmatsah menegaskan, “Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan hak belajar para siswa. Kami ingin memastikan atmosfer belajar kembali kondusif.” Cabdisdik juga merencanakan penghijauan dengan menanam pohon produktif, seperti mangga dan rambutan.

Kasus ini memunculkan pertanyaan tentang pentingnya komunikasi dan pelibatan siswa dalam kebijakan sekolah. Alasan teknis penebangan perlu dijelaskan secara terbuka, sementara aspirasi warga sekolah perlu dipertimbangkan agar keputusan tidak memicu konflik.

Back to top button
Close