Tukang Becak di Kulon Progo Masuk Desil 9, Pemkab Turun Tangan Verifikasi Data
BERITARECEH.COM - Timbul (49), tukang becak di Kulon Progo, DIY, terkejut setelah status keluarganya dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berubah dari desil 1 menjadi desil 9.
Perubahan itu membuat Timbul khawatir karena anaknya, Lutfi Arya Wijaya (18), telah diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia takut status baru tersebut memengaruhi akses bantuan pendidikan.
"Anak sambat (mengeluh) mau kuliah. Tapi saya tukang becak, masuk Desil 9. Anak nangis karena sudah telanjur daftar," ujar Timbul, dikutip dari Kompas.com, Senin (24/8/2026).
Timbul juga heran karena dirinya tercatat berada di desil 9, sementara lurah setempat berada di desil 8. Padahal, penghasilannya sebagai tukang becak motor tidak menentu. Pada hari kerja, ia bahkan terkadang tidak memperoleh pendapatan, sedangkan akhir pekan berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.
"Jadi tidak bisa dihitung," kata Timbul.
Saat masih berada di desil 1, Timbul menerima sejumlah bantuan pemerintah. Kini, ia meminta pemerintah desa membantu memperbarui data keluarganya.
Pemkab Kulon Progo memastikan kondisi ekonomi Timbul akan diverifikasi. Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan data DTSEN harus sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
"Data itu harus sinkron dan pasti, sesuai fakta dan kenyataan di lapangan," ujar Ambar.
Sementara itu, pemerintah pusat tengah menyiapkan evaluasi DTSEN setelah Sensus Ekonomi 2026 selesai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan skala desil tetap 1 hingga 10, tetapi data akan diperbarui agar lebih akurat.
"Bukan (ditambah desilnya). Desil itu kan selalu sampai 10, sama seperti 0-100 persen," jelasnya.