viral

Ribuan Pengemudi dan Kurir Online Turun ke Jalan, Tuntut Kebijakan Lebih Adil dari Pemerintah

BERITARECEH.COM -  Ribuan pengemudi ojek dan kurir online dari wilayah Jabodetabek dijadwalkan akan melakukan aksi unjuk rasa pada hari Kamis, menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap perusahaan aplikasi dan peraturan pemerintah yang dianggap tidak adil.

Para demonstran mendesak adanya revisi Peraturan No. 1/2012 yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang mengatur struktur tarif bagi pengemudi dan kurir online di Indonesia. Tuntutan utama mereka mencakup pengurangan potongan komisi, yang saat ini berada di kisaran 20 hingga 30 persen, serta legalisasi profesi mereka di bawah hukum Indonesia.

Sebagai pekerja sektor informal, pengemudi ojek sering kali tidak memiliki kontrak formal, jaminan kerja, atau perlindungan sosial, yang menjadi sumber ketidakpuasan mereka dan memicu aksi protes ini.

Penyedia layanan aplikasi ride-hailing, Gojek, menyatakan bahwa mereka tetap terbuka untuk mendengar keluhan para mitra pengemudinya, terutama yang berkaitan dengan tarif.

"Kami sangat terbuka terhadap aspirasi mitra pengemudi aktif kami dan selalu mendorong mereka untuk menyampaikan keluhannya secara kondusif dan tertib. Hingga saat ini, para mitra pengemudi aktif Gojek telah menyampaikan aspirasinya melalui berbagai saluran komunikasi formal yang kami sediakan," ujar Rosel Lavina, Kepala Urusan Korporat Gojek, dalam pernyataan tertulisnya pada hari Rabu.

Meskipun ada rencana aksi unjuk rasa tersebut, Gojek meyakinkan para pelanggan bahwa layanan mereka akan tetap beroperasi normal.

"Pelanggan dapat terus menggunakan layanan kami tanpa gangguan," tambah Rosel.

Rosel juga mengimbau para mitra pengemudi untuk tidak terpengaruh oleh provokasi dan tetap beroperasi seperti biasa. Ia menegaskan bahwa Gojek akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang merugikan pelanggan atau mitra pengemudi.

Aksi unjuk rasa ini diperkirakan akan menimbulkan gangguan lalu lintas yang signifikan di beberapa lokasi utama, termasuk jalan-jalan menuju Istana Merdeka, sekitar kantor Gojek di Petojo, Jakarta Pusat, dan area sekitar kantor Grab di Cilandak, Jakarta Selatan. Para pengendara diimbau untuk menghindari area-area tersebut guna mengurangi potensi keterlambatan.

Back to top button
Close