SPBU Krisis, Komentar “Tukang Pijit” dari Bahlil Jadi Sorotan, Netizen Langsung Murka!
BERITARECEH.COM - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali memicu polemik di sektor energi. Komentarnya yang menyindir pegawai SPBU dianggap merendahkan, sehingga memantik gelombang kritik dari publik.
Kontroversi ini bermula dari kebijakan pemerintah yang menghentikan impor BBM nonsubsidi untuk pihak swasta. Keputusan tersebut menyebabkan sejumlah SPBU milik perusahaan seperti Shell, Vivo, hingga BP mengalami gangguan suplai dan terpaksa menutup operasional sementara. Akibatnya, banyak karyawan kehilangan pendapatan dan harus mencari pekerjaan tambahan, mulai dari berjualan makanan hingga menawarkan jasa pijat.
Bahlil disebut melontarkan pernyataan yang tidak sensitif di tengah kondisi sulit tersebut. Kritikus menilai ucapannya tidak hanya tidak pantas diucapkan oleh pejabat negara, tetapi juga mengabaikan konteks kebijakan yang berdampak langsung terhadap ribuan pekerja.
Penghentian impor BBM nonsubsidi telah menimbulkan dampak serius pada berbagai SPBU swasta. Gangguan distribusi menyebabkan antrean panjang, keterbatasan pasokan, hingga penutupan operasional di sejumlah titik, terutama wilayah perkotaan.
Sejumlah pengamat menilai pemerintah perlu memastikan kesiapan pasokan sebelum menerapkan kebijakan strategis seperti pembatasan impor BBM nonsubsidi. Mereka menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat, khususnya pekerja yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.