Fedi Nuril Kritik Penunjukan Raja Juli Antoni sebagai Menteri LHK
BERITARECEH.COM - Aktor Fedi Nuril kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan kritik terbuka terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam mengangkat Raja Juli Antoni sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut LHK). Melalui akun media sosial X miliknya (@fedinuril), Fedi mempertanyakan penerapan prinsip meritokrasi dalam penempatan jabatan publik, terutama terkait latar belakang pendidikan Menteri yang dinilai tidak relevan dengan sektor kehutanan.
Kritik tersebut berangkat dari pernyataan Presiden Prabowo yang sebelumnya berkali-kali menegaskan pentingnya kompetensi dan sistem merit dalam menentukan posisi strategis di pemerintahan. Fedi menilai penunjukan Raja Juli tidak mencerminkan prinsip tersebut.
“Tidak ada pendidikan dan pengalaman di bidang kehutanan waktu diangkat jadi Menteri. Sulit dipercaya,” tulis Fedi dalam unggahannya.
Menurutnya, Raja Juli tidak memiliki riwayat pendidikan maupun pengalaman mendalam yang berhubungan dengan lingkungan atau kehutanan sebelum menduduki jabatan sebagai Menhut LHK. Hal ini, menurut Fedi, menjadi kontradiktif dengan komitmen pemerintah mengenai profesionalisme dalam tata kelola kabinet.
Tak berhenti di situ, bintang film Ayat-Ayat Cinta tersebut turut mengutip hasil survei Indikator Politik Indonesia mengenai evaluasi kinerja kementerian dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Fedi menyebutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak masuk dalam daftar 10 besar kementerian dengan kinerja terbaik.
“Ganti aja, lah,” tulis Fedi, menegaskan pandangannya agar terjadi pergantian pimpinan di kementerian tersebut.
Pernyataan Fedi muncul di tengah meningkatnya perhatian publik mengenai isu lingkungan, tata kelola hutan, dan bencana hidrologis yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatra. Sebelumnya, Menteri LHK Raja Juli Antoni telah menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola hutan usai banjir besar yang menimbulkan kerugian besar.
Dalam unggahannya, Fedi juga menyertakan tangkapan layar pemberitaan mengenai pernyataan evaluasi tersebut, memperjelas bahwa kritik yang ia suarakan berhubungan erat dengan isu lingkungan yang sedang ramai diperbincangkan.
Cuitan Fedi kemudian memicu perdebatan luas di media sosial dan memperbarui diskursus mengenai urgensi penempatan pejabat negara yang benar-benar kompeten sesuai asas meritokrasi atau istilah yang sering digaungkan: the right man on the right place.
Hingga laporan ini diterbitkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang dilayangkan Fedi Nuril.