Prabowo Bilang Sudah Membaik, Faktanya Ribuan Warga Masih Terisolir dan Kelaparan di Aceh Tamiang
BERITARECEH.COM - Kondisi pascabencana banjir bandang di Aceh per 2 Desember 2025 semakin memprihatinkan. Berbanding terbalik dengan klaim bahwa keadaan di lapangan telah membaik, ribuan warga di Aceh Tamiang serta sejumlah kabupaten lain dilaporkan masih terisolir dan mulai mengalami kelaparan.
Putusnya akses jalan, ambruknya jembatan, serta rusaknya jaringan komunikasi membuat distribusi bantuan logistik terhenti total. Memasuki hari kelima, persediaan bahan pangan di banyak titik sudah menipis bahkan habis.
Daerah yang hingga kini belum tersentuh bantuan mencakup Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, serta sejumlah desa di Aceh Timur dan Aceh Tenggara. Kondisi ini menunjukkan kapasitas penanganan darurat di tingkat daerah sudah melampaui batas.
Di sisi lain, pernyataan Prabowo yang menyebut keadaan di lapangan sudah mulai membaik bertolak belakang dengan fakta terkini. Narasi kontras pun menguat: “Prabowo sebut keadaan membaik, faktanya ribuan warga masih terisolir pascabanjir bandang.”
Melihat ancaman krisis kemanusiaan akibat kelaparan, Pemerintah Daerah menyatakan membutuhkan intervensi penuh dari Pemerintah Pusat. Opsi pemberian bantuan melalui jalur udara dinilai mendesak untuk menjangkau wilayah yang terisolir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Pusat mengenai langkah strategis untuk memulihkan akses ke daerah terdampak dan mencegah krisis pangan di Aceh.