politik

Pujian Jusuf Kalla: Pramono Anung Sebagai Pekerja Keras, Tapi Tidak Sefleksibel Ahok

BERITARECEH.COM -  Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji Pramono Anung, calon Gubernur DKI Jakarta, sebagai seorang pekerja keras namun menilai ia tidak sefleksibel mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok.

Kendati demikian, Kalla tidak secara langsung memberikan dukungannya kepada Pramono, yang bersama Rano Karno, pasangannya dalam pemilihan, mengunjungi Kalla di kediamannya di Jakarta pada Senin malam.

"Pak Pram adalah rekan lama saya – kami sudah bekerja sama selama hampir dua dekade di pemerintahan. Meskipun ia tidak seagresif Ahok, saya bisa menjamin dedikasi dan etos kerjanya," ujar Kalla kepada media usai pertemuan tersebut.

Dalam diskusi tersebut, Kalla mengingatkan Pramono dan Rano terkait sejumlah isu krusial yang dihadapi Jakarta, seperti kemacetan lalu lintas, banjir, serta penurunan kualitas hidup di ibu kota – masalah-masalah yang harus diatasi jika mereka berhasil memenangkan pemilihan.

Kalla, yang kini berusia 82 tahun, menyatakan bahwa ia tidak akan terlibat secara fisik dalam kampanye Pramono. Ketika ditanya mengenai pilihannya antara Pramono dan pesaingnya, Ridwan Kamil, Kalla menjawab dengan diplomatis, "Kita doakan yang terbaik untuk Jakarta. Saya percaya Pak Pram adalah orang yang baik."

Pada hari yang sama, Pramono menegaskan bahwa ia berencana melanjutkan beberapa kebijakan yang diterapkan Ahok, termasuk dalam hal perekrutan dan pemberdayaan kru kebersihan DKI Jakarta, yang dikenal sebagai "Pasukan Oranye."

Pramono, yang merupakan kandidat dari PDI-P, menyatakan niatnya untuk memperpanjang kontrak Pasukan Oranye dari satu tahun menjadi tiga tahun serta memperlonggar persyaratan perekrutan, memungkinkan lulusan sekolah dasar untuk melamar pekerjaan tersebut jika memenuhi kualifikasi.

Ahok, yang juga berasal dari PDI-P, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta pada 2012 sebelum diangkat menjadi Gubernur pada 2014 ketika Joko "Jokowi" Widodo menjadi Presiden. Gaya kepemimpinan Ahok yang tegas dan blak-blakan sering kali memicu kontroversi dan perselisihan dengan berbagai pihak selama masa jabatannya.

Upaya Ahok untuk terpilih kembali pada 2017 berakhir dengan kekalahan setelah kampanye yang sarat dengan isu sektarian dan tuduhan penistaan agama. Ia dikalahkan oleh Anies Baswedan, seorang kandidat populis yang mendapat dukungan eksplisit dari Jusuf Kalla.

Back to top button
Close