Benarkah Selai Srikaya Tidak Dibuat dari Buah?
BERITARECEH.COM - Guru Besar Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Marwanti menjelaskan, selai srikaya dapat dibuat dari buah srikaya asli.
“Buah srikaya asli bisa dibuat selai,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (15/9/2023).
Selain buah srikaya asli, perempuan yang akrab disapa Wanti itu menyebutkan, selai srikaya juga dapat dibuat dari esens srikaya.
“Tetapi, ada juga yang selainya dari esens, yang esens itu bisa juga bukan dari buah langsung,” lanjutnya.
Terkait selai yang tidak dibuat dari buah asli tapi tetap disebut srikaya, ia menyatakan masyarakat umum memang sering salah atau kurang pas saat menamakan makanan.
“Sering-sering masyarakat umum kurang pas menyebut. (Contohnya) di TV, itu bilang telur puyuh (sebagai) bacem. Tapi itu yang betul disemur,” tambahnya.
Hal berbeda diungkapkan oleh chef Andreas dari Hotel Noormans Semarang. Menurutnya, selai srikaya memang bisa dibuat tidak dari buah srikaya. Ia juga membenarkan selai srikaya terbuat dari santan, telur, gula, dan daun pandan.
“(Selai srikaya) merupakan masakan chinese peranakan yang populer di Singapura, Malaysia,” ujarnya terpisah.
Andreas menjelaskan, terdapat catatan sejarah yang menyebutkan, selai ini ada dan berkaitan dengan doce de ovos atau krim telur manis khas Portugis.
Kedua makanan ini memiliki komposisi bahan dan teknik pembuatan yang sangat mirip. Selai srikaya dibuat dengan cara mencampurkan santan, gula, dan kuning telur dalam panci dengan api kecil hingga mengental.
“Hanya saja, kalau doce de ovos memakai kayu manis dan kulit jeruk lemon untuk aromanya,” tambah Andreas.
Sementara selai dari Asia Tenggara ini menggunakan daun pandan yang memang merupakan bahan pewangi khas di wilayah ini.
Lebih lanjut, Andreas mengatakan selai srikaya juga disebut selai sarikaya tergantung daerahnya.
“Selai ini sendiri sebenarnya juga dikenal dengan sebutan kaya jam atau selai kaya di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” lanjut dia.
Sementara di Thailand, selai ini disebut sangkaya. Di Filipina, selai yang hampir sama memiliki nama minatamis na bao.
Andreas menjelaskan kata “kaya” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti “banyak harta” atau “mengandung banyak substansi”.
“Nama (selai srikaya) mungkin saja tercetus dari warna selai tersebut yang kuning seperti emas, yang biasanya melambangkan kekayaan,” kata dia.
Di sisi lain, Andreas juga menyebutkan, nama selai srikaya dimungkinkan muncul dari pelesetan kata “coalhada” dalam bahasa Portugis yang berarti curd.
Curd merupakan substansi warna putih yang biasa digunakan untuk membuat keju. Nama ini dipakai karena proses pembuatan selai kaya sangat mirip dengan proses pembuatan curd.