Sumatra Banjir Parah, Semua Nunjuk Tambang. ESDM: “Sedang Dicek!”
BERITARECEH.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat suara mengenai bencana banjir dan longsor di Sumatra yang dikaitkan dengan aktivitas penambangan ilegal serta pembukaan lahan baru.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa aktivitas penambangan ilegal kini menjadi perhatian utama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Ia menyampaikan bahwa tim penertiban telah berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan sekaligus menindak perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran hukum.
Selain penyelidikan terhadap penambangan, Kementerian ESDM juga memprioritaskan pengamanan pasokan energi di wilayah terdampak, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah menargetkan stabilitas suplai bahan bakar minyak dan kelistrikan agar masyarakat tetap mendapatkan akses energi secara aman.
Yuliot menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya memulihkan sistem kelistrikan yang rusak akibat banjir dan longsor. Kerusakan pada sebagian jaringan listrik membutuhkan penanganan cepat untuk mengembalikan layanan ke wilayah terdampak.
Tak hanya itu, Kementerian ESDM menegaskan komitmennya memastikan distribusi BBM tetap terpenuhi di tengah hambatan transportasi. Banjir bandang dan tanah longsor yang memutus akses jalan utama menyebabkan distribusi terganggu, sehingga langkah antisipatif terus dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tidak terhenti.