entertainment

Kebuntuan Politik Demokrat dan Republik Picu Shutdown Amerika Serikat

BERITARECEH.COM -  Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown pada Rabu (2/10) waktu setempat setelah Kongres gagal menyepakati perpanjangan anggaran federal. Akibatnya, ratusan ribu pegawai federal dirumahkan tanpa gaji, sementara sejumlah layanan publik terganggu.

Shutdown terjadi usai Partai Republik di bawah Presiden Donald Trump gagal meloloskan rancangan anggaran di Senat. Meski mayoritas, mereka tetap membutuhkan dukungan Demokrat untuk mencapai 60 suara, namun kesepakatan bipartisan tidak tercapai.

Menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO), sekitar 750 ribu pegawai terdampak setiap hari. Sebagian tetap bekerja tanpa gaji, termasuk aparat keamanan, pengawas lalu lintas udara, hingga militer. Gaji tertunggak dijanjikan akan dibayarkan setelah pemerintahan kembali beroperasi, tetapi biaya tambahan diperkirakan mencapai USD 400 juta.

Kebuntuan dipicu perdebatan mengenai pendanaan kesehatan, subsidi Obamacare, dan alokasi anggaran. Demokrat menolak rancangan yang tidak mengakomodasi prioritas mereka, sementara Republik bersikeras memperpanjang anggaran jangka pendek.

Ketegangan meningkat setelah Trump menyindir oposisi lewat video AI yang dikecam pemimpin Demokrat, Hakeem Jeffries. Survei New York Times menunjukkan publik terbelah: 26% menyalahkan Trump dan Republik, 19% menyalahkan Demokrat, 33% menuding keduanya.

Hingga kini belum ada tanda kompromi, dan analis memperkirakan shutdown bisa berlangsung hingga pekan depan.

Back to top button
Close