entertainment

Pemerintahan Prabowo Disambut Harapan Tinggi dari Komite PBB untuk Palestina

BERITARECEH.COM -  Komite PBB untuk Palestina memiliki harapan yang tinggi terhadap pemerintahan Indonesia yang akan datang yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan saat ini, Prabowo Subianto.

Anggota Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP) - sebuah badan di bawah Majelis Umum PBB - telah melakukan kunjungan ke Jakarta untuk bertemu dengan pejabat pemerintah Indonesia. Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, komite tersebut menyimpulkan bahwa Indonesia adalah pendukung yang kokoh bagi perjuangan Palestina. Dukungan Indonesia terhadap Palestina bukanlah hal baru, karena negara Asia Tenggara ini menjadi salah satu dari negara-negara pertama yang mengakui kedaulatan Palestina pada tahun 1988.

“Dukungan ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu ketika CEIRPP pertama kali didirikan pada tahun 1975, dan Indonesia diterima sebagai anggota,” ujar Ketua CEIRPP, Cheikh Niang, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Diplomat asal Senegal itu menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak akan berkurang di masa mendatang, mengingat bahwa pandangan pro-Palestina tidak hanya berasal dari pejabat pemerintah Indonesia, tetapi juga merasuk dalam "seluruh lapisan masyarakat Indonesia". Dengan semakin dekatnya pergantian presiden di Indonesia, komite ini berharap pemerintahan berikutnya akan tetap memperjuangkan Palestina.

“Kami sangat menantikan pemerintahan berikutnya ... untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, dan mempertahankan kepemimpinan Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina,” tambah Niang.

Prabowo dijadwalkan akan mengambil alih kekuasaan pada bulan Oktober ini, menggantikan presiden petahana Joko "Jokowi" Widodo yang telah menjabat selama dua periode. Baru-baru ini, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza jika diperlukan. CEIRPP memiliki rencana untuk bertemu dengan Prabowo selama kunjungan mereka di Jakarta, meskipun mereka tidak memberikan rincian tentang agenda pertemuan tersebut, dengan menyebutkan bahwa beberapa hal bersifat rahasia.

Back to top button
Close